Dear Para Perempuan yang Menyandang Status Janda, Ingatlah Kamu Juga Berhak Bahagia

by -60 Views

Di Indonesia stereotip tentang janda masih buruk. Sering kali janda dianggap sebagai perusak rumah tangga orang. Pada dasarnya tidak ada seorang wanita pun yang ingin menjadi janda, namun jika Tuhan telah menakdirkan demikian maka syukuri, terima dirimu apa adanya, tak perlu berkecil hati karena kamu termasuk orang-orang hebat yang terpilih untuk menjalani skenario-Nya.

Kamu wanita kuat

Menjadi janda dari suami yang meninggal ataupun bercerai adalah kondisi yang berat, kau harus menjadi ibu dan sosok ayah sekaligus, pemberi nafkah dan pengatur rumah tangga sekaligus. Kau merasa tak akan mungkin bisa, bekerja sedari pagi hingga petang, segala macam pekerjaan kau ambil untuk menghasilkan uang, di waktu yang sama kau juga harus menjaga rumah agar tetap rapi, baju-baju anak yang telah dicuci dan diseterika, antar jemput sekolah, terasa berat dilakukan seorang diri tapi kenyataannya kau bisa, kan. Tuhan memberimu bahu yang kuat, tangan yang mampu meraih bintang di langit dan kaki yang tetap mengakar di tanah. Kau kuat, kau mampu, kau hebat.

Kamu wanita hebat, anak bangga padamu

Pernikahanmu telah berakhir namun kau masih mempunyai hubungan baik dengan keluarga mantan suamimu, itu adalah suatu kehebatan. Kau mampu menahan ego, mengedepankan silaturahmi, dan memberi kebahagiaan dalam bentuk lain kepada anak. Memilih berkawan dengan mantan suami dan berjanji untuk saling membantu untuk masa depan anak, kalian berdua sangat hebat memberi contoh kepada anak, ia sangat bangga padamu.

Istirahatlah jika lelah

Menjadi kuat dan hebat tidak selalu harus menopang beban setiap waktu di pundakmu, istirahatlah. Bumi akan terus berputar, jam akan selalu berdetik, denyut jantungmu dan anak-anakmu akan selalu berdetak, istirahatlah. Lepaskan semua air mata jika perlu menangis, carilah bahu jika perlu bersandar. Kau bukan robot yang tak punya hati. Tak ada yang lebih berharga dari waktu, raga dan batin yang sehat. Hindari bekerja terlalu keras fokus pada pendapatan hingga melupakan waktu berdua dengan anak. Anak tak hanya butuh uangmu, tapi juga hadirmu dalam setiap langkah hidupnya. Kau perlu istirahat untuk melanjutkan kehidupanmu selanjutnya.

Next >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *