Kerja Cuma Satu Jam Sambil Ongkang-ongkang, PNS di Negara Ini Bisa Beli Mobil Tiap Bulan

by -28 Views

Gak hanya di Indonesia, negara ini pun PNS jadi cita-cita utama.

Sampai sekarang profesi PNS masih menjadi idaman banyak orang. Selain karena gaji dan tunjangan yang menanti, pekerjaan ini juga menjadi idaman para mertua. Bisa dibilang sekali dayung dua pulau terlampaui. Jadi jangan kaget kalau tiap tahun minimal 900 ribu jiwa orang yang rela ngantri panjang buat ikut seleksi jadi pegawai negeri.

Ternyata hal serupa juga terjadi di Arab Saudi, bahkan saking banyaknya hampir 64 persen warga di sana mendambakan pekerjaan itu. Lah bagaimana tidak, lah wong bayarannya saja sampai sepuluh kali lipat gaji pegawai negeri kita, sedang kerjanya hanya sekelibetan mata. Kok bisa? Simak ulasan berikut.

Hanya di Arab para PNS-nya jarang ditemui lha wong kerjanya sekelibatan mata

Aturan yang ditetapkan di Indonesia umumnya mewajibkan para pegawai negeri sipil untuk tinggal di kantor selama 8 jam. Ternyata diberlakukan hal itu karena kekhawatiran pemerintah jikalau banyak warga yang tidak mendapatkan pelayanan publik dengan baik, entah itu ditinggal istirahat atau pulang pegawainya. Namun di Arab Saudi, PNS di sana punya jatah ngantor yang kelewat singkat, satu jam saja.

Bahkan saat bulan suci tiba, waktu ngantor sejam itu masih dipotong lagi, mungkin mereka habis datang langsung pulang buat absen saja. Alhasil Arab Saudi dinobatkan sebagai negara dengan waktu kerja tercepat di dunia. Seandainya di Indonesia ada yang kayak begini, sudah daftar jadi PNS semua kali ya.

Kerja sebentar, gaji bisa buat beli mobil tiap bulan

Kalau di Indonesia, setiap PNS rata-rata digaji berdasarkan UMP yang ada di regionalnya. Namun jumlah gajinya bisa berubah tergantung golongan serta pendidikannya. Sedangkan di Arab Saudi, gaji para pegawai negeri sipil ini bisa buat beli mobil tiap bulan. Lah bagaimana tidak melongo melihatnya, lha wong kerja satu jam namun pendapatan bisa sampai 31 juta tiap bulan.

Ini adalah jumlah minimum gaji para PNS di sana, itu berarti ada yang punya pendapatan lebih dari ini. Jadi bukan hal yang aneh kalau di sana banyak warga yang lebih bercita-cita jadi PNS saja ketimbang usaha. Sama sih dengan Indonesia, namun beda jauh nominalnya.

Gaji PNS beberapa kali dipotong pemerintah namun tetap kaya

Tahun lalu, pemerintah Arab Saudi sempat menerapkan kebijakan tidak biasa berupa pemotongan gaji pada setiap pegawai di sana. Tak tanggung-tanggung, bahkan untuk sekelas menteri pun harus mengalami pemotongan mencapai 20 persen. Sejatinya perumusan kebijakan ini  bukan karena Arab sedang mengalami defisit, melainkan upaya pemerataan anggaran.

Ternyata tidak hanya PNS yang merasakan pemotongan itu, pihak militer pun juga kena imbasnya. Namun demikian, gaji mereka masih sekitar 20 juta per bulannya. Hingga pada awal tahun kemarin, kebijakan itu dicabut dan PNS kembali lagi merasakan 31 juta rupiah mengalir di kantong mereka.

Saking banyaknya yang ingin jadi PNS, swasta terlunta-lunta

Sejatinya banyaknya orang yang bekerja pada sektor pemerintahan memang sebuah prestasi, namun kalau di Arab ini lain lagi ceritanya. Menurut sutvey  Bayt.com, salah satu situs pencarian kerja di Arab, sebanyak 63 persen warganya bercita-cita menjadi PNS. Nah kalau hal ini terus dibiarkan, maka sektor swasta bakal tenggelam karena habisnya pekerja.

Alhasil pemerintah di sana membuat sebuah program khusus bernama Nitaqat, sebuah pemerataan pekerja agar sektor-sektor swasta  jadi laku kembali. Beruntung sejak diterapkan program ini para peminat swasta jadi lumayan naik ketimbang yang dulu.

Dengan menengok keadaan Arab Saudi ini bukan berarti kita harus iri dengannya. Pasalnya di balik gaji  besar dan waktu kerja singkat  ibarat “Surga Dunia” itu, ada hal buruk yang menanti. Semisal, pola hidup konsumtif dan kegemukan di mana-mana. Alhasil banyak dari mereka yang terkena penyakit berbahaya seperti jantung ,diabetes dan lain-lain. Bukan hanya Arab, negara penghasil minyak lain juga mengalaminya.

Sumber: boombastis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *