Kasihan, Bocah 4 Tahun Ini Minta Dikubur Hidup-Hidup, Alasannya Menyentuh!

by -60 Views

Anak merupakan harta paling berharga bagi orangtuanya. Ketika anak sakit, orangtua akan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhannya.

Namun, seorang anak yang masih berusia 4 tahun, malah meminta untuk dikuburkan karena tak tahan dengan sakit yang dideritanya.

Ia adalah Du Sihan, bocah kecil yang didiagnosis menderita talasemia. Penyakit ini menyebabkan sistem tubuh tak mampu memproduksi hemoglobin normal.

Penyakit ini membuat Du Sihan merasakan sakit yang tak tertahankan. Bahkan, ia juga kerap merasakan kelelahan ketika melakukan sesuatu.

Seperti dilansir Viral4Real, Du Sihan harus banyak beristirahat untuk mengurangi rasa sakit yang dialaminya. Namun, karena tak tahan lagi, ia malah meminta dikuburkan saja pada ibunya.

“Tolong kuburkan aku, Ma. Aku sudah tak bisa menahan rasa sakit ini lagi,” ujar Du Sihan pada sang ibu, dilansir tribunews.com.

Namun, sang ibu tak menganggap perkataan bocah ini serius. Bahkan, ia mengira anaknya sedang ingin bermain. “Di mana kamu ingin dikubur? Apa kamu mau main petak umpet dengan Mama,” katanya.

Mendapat jawaban ini dari sang Ibu, Du Sihan malah berteriak dan mempertegas apa yang diinginkannya. “Tidak, aku ingin Mama menguburku di tanah,” teriak Du Sihan.

Du Sihan menganggap bahwa lebih baik dirinya meninggal dunia daripada merasakan sakit yang terus menerus itu.

Kisahnya pun beredar di media sosial dan viral. Du Sihan juga mendapatkan sejumlah bantuan dari netizen setelah mereka tahu bahwa keluarganya mengalami kesulitan keuangan untuk membayar biaya rumah sakit.

Donasi dari netizen berhasil terkumpul 134.550 dolar Amerika atau sekitar Rp 1,8 miliar. Sumbangan ini tentu sangat membantu. Du Sihan juga bisa menjalani operasi transplantasi sumsum tulang berkat bantuan tersebut.

Sayangnya, setelah operasi dilakukan, kondisinya makin memburuk. Ia menderita infeksi bakteri yang membuatnya demam tinggi selama 20 hari dan infeksi empedu selama 40 hari.

Du Sihan pun harus menjalani operasi lain untuk memperbaiki kondisinya. Namun, kesehatannya terus menurun. Du Sihan juga sadar bahwa dia akan segera meninggalkan dunia.

Pesan terakhirnya pada sang ibu sangat menyentuh dan membuat siapapun meneteskan mata. “Jika aku pergi sekarang. Mama bisa fokus pada diri sendiri,” ujarnya tepat sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Meski hati ibunya sangat hancur melihat Du Sihan meninggal. Ia berharap inilah jalan terbaik.

“Ini adalah yang terbaik. Anak laki-lakiku telah hidup dengan rasa sakit sekarang dia terbebas dari semua rasa sakitnya,” kata ibunya sambil terisak.

 

Sumber: topiktrend.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *