Miris, Gaji Tak Cukup Dokter Marcella Jadi Pengamen

by -43 Views

Dunia kedokteran dihebohkan oleh pengakuan seorang dokter muda nan cantik yakni dr. Marcella, sulitnya hidup memaksa sang dokter memilih jadi pengamen.

Percayakah anda dengan pengakuan dokter ini? tentu anda kurang percaya karena image seorang dokter pasti banyak duit, lagian untuk menjadi seorang dokter itu tidak mudah harus melewati jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan memakan biaya sangat mahal ketimbang kuliah lainnya. nah, masa kuliah mahal-mahal dan dapat kerja masih mau jadi pengamen? hanya karena gaji kurang alias tak cukup.

Ini adalah kisah nyata, sebagaimana dikutip dari forum.suara.com, kisah ini bermula dari postingan sebuah akun di social media facebook Tag Doctors

Kisah seorang Dokter yang sedang menjalankan Studi Internship di pedalaman timur Indonesia. Wanita cantik itu adalah dr. Marcella yang sedang melakukan internship di desa Teep Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Ia terpaksa kerja sampingan ngamen di hotel dan gedung perkawinan di ibukota Manado yang jaraknya 63 KM (2 jam perjalanan) dari desa Teep Amurang melewati hutan-hutan dan jurang.

Nama dr Marcella, kini viral pada media sosial Facebook. Sejumlah akun milik dokter dan akun informasi medis pada Facebook mem-posting cerita miris terkait dr Marcella. Namun, dia menjelaskan seperti apa cara mengamennya.

Apakah langsung menengadahkan tangan atau ada cara lain. Perjuangan untuk ngamen sepertinya tidaklah mudah.

Dari desa tempatnya betugas, dr Marcella harus menempuh perjalanan darat sejauh 63 kilometer, melewati hutan dan jurang.

Perkenalkan saya dr. Marcella , internsip di desa Teep Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Tolong dibantu tanyakan kenaikan bantuan hidup dasar Rp 2.5 juta itu. Biaya hidup di Indonesia Timur lebih mahal dibandingkan di Jawa. Di sini nasi warteg harganya 20ribu. Kalau di jawa 10ribu saja sudah lengkap lauk dan kenyang. Supaya irit, saya sering makan indomie. Kan harus bayar tempat tinggal (kost) dan transport juga supaya semua cukup.

Untuk survive, saya terpaksa kerja sampingan ngamen di hotel dan gedung perkawinan di ibukota Manado yang jaraknya 63 KM (2 jam perjalanan) dari desa Teep Amurang melewati hutan-hutan dan jurang.

Bagaimana menurut anda? ironis bukan? tapi ini memang benar-benar ternjadi, mungkin ada hikmah dari semua ini.

 

Sumber: topiktrend.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *