Klaster Baru COVID-19 di Dunia, Muncul di Tempat Orang Berkumpul

by -60 Views

Klaster baru penularan COVID-19 bermunculan di sejumlah negara yang sebenarnya sudah berhasil menekan jumlah kasus positif. Klaster itu muncul setelah lockdown dan karantina dilonggarkan, lalu masyarakat kembali beraktivitas.

Klaster itu muncul di titik-titik berkumpulnya banyak orang seperti sekolah, hingga  hingga tempat ibadah. Sebuah pengingat bahwa jumlah kasus yang mulai menurun bukan berarti COVID-19 selesai. Justru di tempat-tempat berkumpul dan berkerumun ada potensi kemunculan kasus baru.

Berikut adalah contoh kejadian ditemukannya klaster baru Covid-19 di dunia:

1. Jepang: Sekolah Dasar di Fukuoka

Sejak 23 Mei, belasan kasus virus korona baru telah muncul setiap harinya di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka. Sebanyak 97 orang dinyatakan positif selama sembilan hari, hingga Senin (1/6) kemarin.

Menurut Pemerintah Kota Kitakyushu, dari 12 orang yang baru terinfeksi, yang usianya berkisar antara 10-an hingga 80-an, total empat anak laki-laki dan perempuan adalah siswa dari Sekolah Dasar Moritsune yang dikelola kota di Bangsal Kokuraminami kota. Mereka adalah teman sekelas dari gadis lain yang dites positif pada 28 Mei.

Sebelumnya pada awal Mei, pemerintah Jepang kembali membuka sekolah-sekolah dasar dan jenjang kelas yang akan segera lulus. Mereka mengadakan kelas dalam kelompok-kelompok kecil menggunakan beberapa ruang kelas, menyediakan makan siang kotak sekolah daripada meminta siswa saling menyajikan makanan dan menghindari olahraga berkelompok.

 

2. Singapura: Pemukiman Buruh Migran

CNA

@ChannelNewsAsia

BREAKING: Singapore reports a record 287 new cases; at least 160 cases linked to S11 dormitory http://cna.asia/2Xkucv6 

View image on Twitter

Pada pertengahan Maret lalu, Singapura sempat dipuji karena dinilai telah berhasil mengatasi wabah Covid-19. Pada saat itu jumlah orang terinfeksi berada di angka 3 ribuan dan hanya meningkat sedikit setiap harinya, sehingga pemerintah memutuskan untuk melonggarkan restriksi. Tetapi kemudian jumlah orang yang terinfeksi justru meningkat.

Dikabarkan bahwa penyebab terjadinya gelombang baru Covid-19 di Singapura adalah karena padatnya pemukiman pekerja migran dan disertai pelonggaran restriksi yang terlalu dini. Semenjak pertengahan April, mulai terjadi lonjakan penemuan kasus positif baru hingga mencapai seribu dalam sehari.

Selain itu, tempat serupa adalah , , ,

Next >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *